Halaqah 19: Penjelasan Kaidah Ke Dua Kitab Al Qawa’idul Arba’ (Bagian 8)

Materi HSI pada halaqah ke-19 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy bab Kitab Qawaidul Arba adalah tentang penjelasan kaidah kedua kitab Qawaidul Arba bagian 8. Kemudian beliau mengatakan:

والشفاعة المثبَتة هي: التي تُطلب من الله، والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Adapun syafa’at yang ada, yang ditetapkan yang akan bermanfaat di hari kiamat adalah syafa’at yang diminta dari Allah. Seseorang di dunia mengatakan:
✓ “Ya Allah aku meminta syafa’at para Malaikat dihari kiamat ”

Atau mengatakan:
✓ “Ya Allah aku meminta syafa’at Nabi Muhammad dihari kiamat ”

Berarti dia telah meminta syafa’at dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbeda dengan sebagian yang dia datang misalnya kesebuah kuburan wali misalnya atau seorang Nabi, dia mengatakan:

⇒ ” Wahai Nabi aku meminta syafa’atmu di hari kiamat ”
Atau mengatakan:
⇒ ” Berilah aku syafa’at mu pada hari kiamat ”

Lain antara yang pertama tadi atau dengan yang kedua.

Yang pertama memohon kepada Allah [Ya Allah aku meminta syafa’at Nabi mu pada hari kiamat]. Adapun yang kedua dia mengatakan [Wahai Nabi aku meminta syafa’at mu pada hari kiamat].

Yang pertama meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ini adalah cara yang benar & ini syafa’at yang bermanfaat di hari kiamat.

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ

“Katakanlah wahai Muhammad, bahwasanya syafa’at semuanya adalah milik Allah”[Surat Az-Zumar 44]

Apabila syafa’at semuanya adalah milik Allah, maka seseorang tidak meminta syafa’at tersebut kecuali kepada yang memiliki yaitu adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun selain Allah siapapun dia maka dia tidak memiliki

وَالَّذِينَ تَخَدُ مِنْ دُنِهِ الشُّفَعَة
أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ

[Surat Az-Zumar 43]

Apakah mereka menjadikan selain Allah sebagai pemberi syafa’at pemberi syafa’at

قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ

“Katakanlah apakah kalian tetap meminta syafa’at kepada mereka, padahal mereka tidak memiliki sesuatu dan mereka tidak berakal ”

Kita meminta syafa’at dari Dzat yang memiliki

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ

” Katakanlah bahwasanya syafa’at semuanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala”

Maka inilah syafa’at yang akan bermanfaat dihari kiamat. Orang yang di dunia meminta syafa’at nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian beliau mengatakan:

والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Dan orang yang memberikan syafa’at di hari kiamat, berarti dia telah diutamakan / di mulia kan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan syafa’at tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat mampu untuk mengeluarkan seseorang yang berdosa dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga,
  • Tanpa adanya orang yang memberikan syafa’at.
  • Tanpa adanya Malaikat yang memberikan syafa’at.
  • atau Nabi yang memberikan syafa’at atau orang yang shaleh memberikan syafa’at.
Namun kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan di hari kiamat adanya syafa’at, disini beliau mengatakan

والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Karena tujuannya adalah untuk memuliakan orang yang memberikan syafa’at tersebut, ingin menunjukkan kemuliaan dia disisi Allah dihadapan makhluk-Nya.

Bagaimana keutamaan para Nabi, kemuliaan Rasulullãh shallallahu alaihi wasallam, kemuliaan orang-orang yang beriman. Allah ingin menunjukkan keutamaan mereka & kemuliaan mereka disisi makhluk-Nya.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Qawa'idul Arba']
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url