Materi 27: Tafsir Surat Al 'Asr (Masa/Waktu)

Posting Komentar

Pengantar

Surah Al-Asr (العصر) adalah surah ke-103 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 3 ayat dan termasuk dalam golongan surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan di Makkah sebelum Hijrah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ke Madinah. Berikut adalah tafsir umum dari Surah Al-Asr:

Surah Al-Asr dimulai dengan sumpah atas waktu (Asr), yang merujuk pada waktu sore hari. Sumpah ini digunakan untuk menunjukkan kebesaran dan kepastian tentang suatu hal yang akan disampaikan.

Ayat-ayat surah ini menyampaikan pesan yang sangat ringkas namun mendalam. Surah Al-Asr menyatakan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang memiliki iman (iman kepada Allah), melakukan amal shalih (amal perbuatan baik), saling mengajak dan menasihati dengan kebenaran, dan saling mengajak dan menasihati dengan kesabaran.

Surah ini mencerminkan prinsip dasar keberuntungan dan keselamatan manusia, yaitu memiliki iman kepada Allah, beramal saleh, dan berbuat kebajikan. Tafsir surah ini menekankan bahwa waktu merupakan karunia yang sangat berharga, dan manusia seharusnya menggunakan waktu tersebut untuk meningkatkan keimanan, berbuat kebajikan, dan saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.

Surah Al-Asr mengandung pesan moral yang kuat tentang nilai-nilai keimanan dan amal perbuatan baik. Surah ini memberikan pengajaran bahwa keberhasilan sejati dan keselamatan akhirat hanya dapat dicapai dengan menjalani hidup dengan prinsip-prinsip kebenaran, kebajikan, dan kesabaran.

Bacaan Surat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

Tafsir

  1. (Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu shalat Asar.
  2. (Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya.
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan
Premium By Sanwitana With Halaqah

Related Posts

Posting Komentar