Halaqah 19: Allah Maha Pencipta tanpa Membutuhkan Ciptaan-Nya

Halaqah yang ke-19 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Allah maha pencipta tanpa membutuhkan ciptaaan-Nya.

Beliau mengatakan,

خالق بلا حاجة


Ini juga masih berkaitan dengan sifat-sifat Allah, keyakinan Ahlussunnah wal jamaah bahwasanya Allah subhanahu wata'ala Dialah yang menciptakan, menciptakan Al Makhluk, dan Allah subhanahu wata'ala menciptakan mereka bukan karena Allah subhanahu Wa ta’ala butuh dengan mereka.

Ya Allah subhanahu Wa ta’ala menciptakan mereka bukan karena Allah subhanahu Wa ta’ala butuh dengan mereka Allah tidak butuh mereka memberikan sesuatu kepada Allah, memberikan rezeki kepada Allah atau timbal balik karena sudah diciptakan oleh Allah maka mereka harus memberikan kepada Allah, Allah tidak butuh adanya mereka itu tidak menambah kekuasaan Allah mereka tidak ada dan binasa itu tidak mengurangi kekuasaan Allah, Allah subhanahu wa ta’ala tidak butuh dengan makhluk baik makhluk yang paling kecil maupun makhluk yang paling besar.

Allah menciptakan Arsy, Allah tidak butuh dengan Arsy, Allah beristiwa di atas Arsy dan Allah subhanahu wa taala tidak butuh dengan Arsy, bahkan Arsy lah yang faqir kepada Allah, Allah yang menahannya, Allah yang menciptakannya, Allah yang mentakdirkannya, Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan langit yang tujuh Yang menaungi kita, dan Allah subhanahu Wa ta’ala tidak butuh dengan langit tersebut, bahkan Allah yang menahannya sehingga dia ada tanpa tiang dia adalah bangunan yang besar tanpa tiang, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan seluruh makhluk demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala tidak butuh dengan mereka bahkan merekalah yang butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kitalah yang butuh kepada Allah.

Ibadah yang kita lakukan kepada siapa?

Kembali manfaatnya dan juga faedahnya karena ini kepada kita sendiri.

Seandainya seluruh manusia semuanya mereka kufur dan hati mereka adalah hati yang paling kufur, itu tidak akan memudhoroti Allah subhanahu wa ta’ala, mereka sendiri yang termudhoroti, tidak akan mengurangi kekuasaan Allah.

Seandainya mereka taat semuanya semuanya takwa maka itu tidak akan menambah kekuasaan Allah , faedahnya untuk mereka sendiri mereka berbuat taat diberikan ganjaran diberikan pahala oleh Allah yang mengambil manfaat adalah diri mereka sendiri.

۞ وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

[QS Az Zariyat 56]

Tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.

۞ مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ

[QS Az Zariyat 57]

Aku tidak menginginkan diri mereka rezeki.

Allah bukan menciptakan mereka kemudian supaya mereka memberikan rezeki kepada Allah kemudian mereka memberikan makan kepada Allah

۞ مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
۞ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ


Justru Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Ar Rozaq, Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha memberikan rezeki bukan kita yang memberikan kepada Allah, Allah subhanahu wa taala Dialah yang memberikan rezeki, Allah menciptakan kita bukan karena Allah butuh dengan kita, tapi kitalah yang membutuhkan Allah subhanahu aa ta’ala

۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

[QS Fatir 15]

Wahai manusia kalian adalah sangat butuh kepada Allah dan Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang

الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ


Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang Maha kaya dan Dialah yang Maha terpuji

خالق بلا حاجة


Allah subhanahu Wa ta’ala menciptakan bukan karena butuh dengan kita tapi Allah subhanahu Wa ta’ala menciptakan dan kitalah yang butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala, disebutkan dalam hadits

يَا عِبَادِيْ ! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَـى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ ؛ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِيْ شَيْئًا


Dalam hadits Qudsi Allah mengatakan wahai hamba-hambaKu seandainya orang yang pertama di antara kalian sampai orang yang terakhir diantara kalian semua jinnya dan juga manusia dan juga bahwasanya hamba-hamba Allah ada dari kalangan manusia dan ada dari kalangan Jin

يَا عِبَادِيْ ! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ


Mereka semuanya berada di atas hati orang yang bertaqwa, artinya semuanya mencapai puncak ketakwaan Jin dan juga Manusia dari awal sampai akhir

؛ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِيْ شَيْئًا


Yang demikian tidak akan menambah kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.

kekuasaan Allah subhanahu wata'ala sudah Maha luas dan Maha besar bertakwaannya kalian semuanya bukan hanya satu atau dua diantara kalian seandainya semuanya bertakwa kepada Allah dan mencapai puncak ketakwaan ini tidak akan menambah kekuasaan Allah.

Yang mengambil faedah adalah kalian sendiri

عِبَادِيْ ! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَـى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ ؛ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِيْ شَيْئًا.


Wahai hamba²Ku seandainya orang yang pertama diantara kalian sampai yang terakhir baik manusia maupun Jin mereka semuanya menjadi orang-orang yang fajir bahkan sampai puncak ke fajiran/kefasikan semuanya kufur dengan kadar kekufuran yang paling besar

مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِيْ شَيْئًا.


tidak akan mengurangi dari kekuasaan Allah.

Itu yang termudhoroti adalah diri kalian, Allah menciptakan itu bukan karena Hajah, Allah menciptakan dengan hikmah Nya, Allah menciptakan makhluk bukan karena Allah butuh dengan makhluk.

يَا عِبَادِيْ ! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوْا فِـيْ صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِـيْ فَأَعْطَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَـتَهُ ؛ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِـمَّـا عِنْدِيْ إِلاَّ كَمَـا يَنْقُصُ الْـمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ


Wahai hamba-hambaKu seandainya orang yang awal dan akhir manusia dan juga Jin mereka berkumpul di suatu tempat kemudian mereka masingmasing meminta kepada Allah dengan berbagai permintaan kemudian Allah subhanahu wata'ala memberikan kepada masing-masing dari permintaan tersebut (mungkin yg satu meminta gunung emas, yg lainnya meminta gunung perak dst) semuanya diberikan oleh Allah, maka yang demikian tidak akan mengurangi dari apa yang ada di sisi Allah , tidak yang akan berkurang kecuali seperti berkurangnya jarum apabila dia dimasukkan ke dalam laut sehingga kalau kita masukkan jarum dilautan kemudian kita angkatlah maka disitu mungkin ada sedikit air bandingkan antara air yang ada di jarum tersebut dengan air laut semuanya apa perbandingannya?

Bahwasanya disini adalah

مُلْكِيْ شَيْئًا


Tidak ada perbandingannya, menunjukkan betapa kayanya Allah, Allah subhanahu Wa ta’ala tidak butuh dengan kita seandainya kita tidak ada, seandainya kita tidak taat, tidak akan mengurangi kekuasaan Allah.

Ini menghadirkan pada diri kita sifat tawadhu bersyukur kepada Allah yang telah memberikan Taufik dan telah memberikan hidayah ini adalah karunia dan juga anugerah Allah yang luar biasa kita yang sangat butuh kepada Allah, bukan Allah subhanahu wa ta’ala yang butuh kepada kita

خالق بلا حاجة


Dalam sebuah ayat Allah mengatakan,

۞..إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

[QS Ibrahim 8]

Seandainya kalian kufur, kalian dan yang seluruh ada di bumi (kufur kepada Allah) جَمِيعًا semuanya maka sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala Dialah yang Maha Kaya dan Maha terpuji.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url