Halaqah 12: Tidak Ada Ilah Selain Allah (Bagian 1)
Halaqah yang ke-12 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang tidak ada Ilah selain Allah bagian1.
Beliau mengatakan,
Dan tidak ada sesembahan selain Dia.
Maksudnya adalah tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, karena yang disembah oleh makhluk ini banyak, sesembahan tersebut ada yang memang disembah itu Allah dan ada yang tidak berhak untuk disebut yaitu selain Allah.
[QS Al Hajj 62]
Yang demikian karena Allah subhanahu wata'ala itulah yang hak dan apa yang disembah selain Allah itulah yang bathil.
Berarti ada sesembahan yang bathil
Maksudnya adalah tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, selain Allah tidak berhak untuk disembah.
Ini adalah isyarat kepada Tauhid Al uluhiyah mengesahkan Allah didalam masalah uluhiyah , dan sifat uluhiyah ini diambil dari nama Allah, Allah lafud jalalah nama Allah lafud jalalah yaitu Allah mengandung sifat uluhiyah dan kata Allah jumhur mengatakan bahwasanya lafud jalalah Allah itu asalnya dari kata al-illahu kemudian hamzahnya dihilangkan untuk takhfidz kata mereka yaitu untuk meringankan. Al Illah, kenapa diringankan karena dia sering diucapkan sering diucapkan /dipanggil sehingga Hamzah disini dihilangkan Al Illah, sering dipanggil sehingga untuk meringankan Hamzah dihilangkan sehingga ketemu dua lam , lam yang pertama dan lam yang kedua ada harokatnya maksudnya diidghomkan lam yang pertama dengan lam lam yang kedua kemudian jadilah Allah, berarti Allah asalnya adalah al-Illah dan al-Illah maknanya dalam bahasa Arab adalah yang disembah karena al-Illah bilmakna Al makluh wazannya fial maknanya maful ini seperti kitab maknanya adalah maktub, bisaath maknanya adalah mabsuuth
al-Illah maknanya adalah ma’lub dan makna ma’lub artinya yang disembah sehingga Al Illah disini adalah yang disembah .
Allah subhanahu Wa ta’ala mengatakan
[QS AZ Zukhruf 84]
Dan Dialah Allah subhanahu wata'ala yang disembah di langit maupun disembah di bumi.
Dilangit disembah oleh para Malaikat dan di bumi disembah oleh Manusia dan juga Jin. ilah maknanya adalah sesembahan inilah makna yang benar, disana ada ahli Kalam yang mereka menafsirkan ilah di sini adalah al-qadirala ikhtira yang mampu untuk melakukan atau membuat sesuatu yang baru dan ini adalah tafsiran yang sesat menyelisihi bahasa, menyelisihi para salaf karena ilah maknanya adalah maklub,
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia.
Dan Tauhid uluhiyah ini adalah tuntutan dan juga kelaziman dari tauhid yang pertama dan juga tauhid yang kedua, artinya orang yang meyakini tidak ada yang serupa dengan Allah , nama dan juga sifatnya meyakini bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala Maha mampu untuk melakukan segala sesuatu, mencipta , memberikan rezeki mengatur alam semesta maka kelazimannya/ keharusannya adalah menyembah hanya kepada Allah saja makanya Allah di sini beliau menjadikan
Karena Tauhid Asma dan juga sifat, Tauhid rububiyah ini melazimkan, barang siapa yang meyakini bahwasanya Allah yang mencipta satu-satu, Allah yang memberikan rezeki satu²nya, Allah yang mengatur alam semesta, tidak ada sekutu bagiNya, maka dia harus meyakini bahwa tidak ada yang berat diselain Dia, makanya Allah mengatakan
[QS Al Baqarah 21]
Sembahlah oleh kalian Rabb kalian yang menciptakan kalian.
Itulah yang berhak disembah,Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan ketika ditanya tentang dosa apa yang paling besar
Engkau menjadi kan Allah sekutu sedangkan Dia yang menciptakan kamu. > Aqidah ath-Thohawiyah: Artinya kalau kamu mengakui bahwa Allah yang menciptakan Kamu, harusnya kamu hanya menyembah Allah saja
[QS Al An’am 102]
Itulah Rabb kalian tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia yang menciptakan segala sesuatu maka sembahlah Dia.
Rububiyah ini mengharuskan uluhiyah dan yang terakhir ini yaitu Tauhid uluhiyah ini adalah sebenarnya inilah inti dari agama Islam, karena Tauhid Rububiyah merupakan fitrah orang-orang musyrikin Quraisy mereka juga meyakini tentang Tauhid rububiyah.
[QS Az Zukhruf 87]
engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan mereka mereka mengatakan Allah
[QS Yunus 31]
Yang memberikan rezeki, menghidupkan ,mematikan adalah Allah dan inilah sebab permusuhan dan peperangan antara para Rasul dengan umatnya sebabnya adalah karena umatnya mereka tidak mentauhidkan Allah di dalam masalah uluhiyah.
Inilah inti dakwah para Nabi
Wahai kaumku sembahlah Allah tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah
Sama dakwahnya para Nabi dan para Rasul
[QS An Nahl 36]
Dan Kami telah mengutus kepada setiap Rasul untuk menyembah Allah dan menjauhi Thogut.
[QS Al Anbiya 25]
Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami Wahyukan kepadamu bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku maka sembahlah Aku.
[QS Al Ahqof 21]
Yang sebelum Nabi hud dan juga setelahnya dakwah mereka adalah Tauhid.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]