Halaqah 17: Tidak Ada yang Terjadi Kecuali Atas Kehendak Allah (Bagian 2)
Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak Allah bagian 2.
Orang yang memahami
Akan banyak mengambil hikmah dan manfaat dari kehidupannya, tidak terjadi didunia ini kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah, baik dia mendapatkan nikmat atau dia mendapatkan musibah, baik dia melihat hasil yang luar biasa dalam dakwahnya atau banyak manusia yang tidak mengikuti dakwahnya semakin menambah keyakinan pada dirinya bahwa semua adalah dengan kehendak Allah
Sesungguhnya urusan Allah apabila menghendaki sesuatu, Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan jadilah fayaqul maka jadilah sesuatu tersebut.
Menghendaki sesuatu baik berupa kenikmatan, musibah, berupa hidayah ini menunjukkan bahwasanya maksiat yang terjadi dipermukaan bumi ini juga dengan kehendak Allah, karena ini masuk semuanya dalam
Dan tidak terjadi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah dan maksiat adalah sesuatu yang terjadi kemaksiatan, dosa adalah sebuah peristiwa.
Maka ini menunjukkan bahwa termasuk kemaksiatan ini adalah Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan dan apa yang dilakukan oleh manusia juga Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan, Allah yang menghendaki dan ini adalah bantahan bagi Al Qadariyah dan Mu’tajilah yang mengatakan bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan kita sementara kita yang menciptakannya amalan² itu, Allah bukan yang menghendaki amalan² tersebut
Termasuk diantaranya adalah maksiat , dosa maka ini kehendak Allah, terjadi dengan kehendak Allah.
Banyak pertanyaan ustadz apakah dosanya adalah Allah subhanahu Wa ta’ala yang menghendaki?
Iya,
Apakah orang yang bunuh diri itu Allah yang menghendaki ?
iya itu Allah yang menghendaki namun iradatullah ada 2 ,ada iradah kauniyah dan ada iradah syariah.
Dan yang terjadi berupa kemaksiatan itu adalah iradatullah tapi yang kauniyah, tidak ada kaitannya dengan kecintaan Allah, Allah menghendaki si Fulan bunuh diri namun Allah tidak mencintai yang demikian, Allah menghendaki terjadinya maksiat tapi Allah tidak mencintai kemaksiatan, Allah subhanahu Wa ta’ala mencintai Imam dan ketaatan hamba.
[QS Al Hujarat 7]
Allah subhanahu Wa ta’ala mencintai dari kita ketaatan dan Allah subhanahu wa taala membenci dari kita kemaksiatan & juga dosa.
Meskipun beliau disini tidak mengatakan qadari – Mu’tajilah adalah sesat, tapi dari ungkapan beliau menunjukkan bahwasanya beliau berada di atas akidah Ahlussunnah yang diselisihi oleh Al Qadariyah dan juga Mu’tajilah dalam masalah a’malun Ibad (amalan² hamba) ini siapa ya pencipta kalau mereka mengatakan Allah yang menciptakan dzat Adapun amalan maka kita yang menciptakan sendiri ,maka adalah keyakinan yang bathil
Dan tidak terjadi kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah.
Bukan berarti bahwasanya Allah subhanahu wa taala tidak ada hikmah dibalik itu semua, tidak terjadi kecuali dengan kehendak Allah & apa yang dikehendaki oleh Allah dan dilakukan oleh Allah itu pasti disana ada hikmahnya. Allah tidak melakukan itu semuanya dalam keadaan sia-sia, Allah menciptakan hawa nafsu, menciptakan Iblis Allah yang mengetahui siapa di antara kita yang bermujahadah siapa diantara kita yang mendahulukan ketaatan kepada Allah diatas ketaatan kepada hawa nafsu, Iblis menggunakan hawa nafsu menggoda kehidupan kita ada melezat kenikmatan² yang menggoda, Allah yang mengetahui siapa di antara kita yang bersungguh² didalam melakukan ketaatan kepada Allah dan juga beribadah kepada Allah
Tidak terjadi kecuali apa yang Allah kehendaki dan apa yang Allah kehendaki pasti di sana ada kebaikannya kewajiban kita adalah Husnudzon kepada Allah subhanahu wata'ala, meyakini itu semua adalah dengan takdir Allah dan yang kedua Jangan lupa kita beriman dengan syariat Allah apa yang Allah tuangkan Di Dalam Al-Qur’an disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits kita laksanakan karena kita beriman dengan syariat dan kita meyakini bahwasanya tidak terjadi sesuatu di alam semesta ini kecuali dengan apa yang Allah kehendaki.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]