Halaqah 42: Muhammad adalah Hamba Allah yang Terpilih (Bagian 4)
Halaqah yang ke-42 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Muhammad adalah hamba Allah yang terpilih bagian 4.
Beliau mengatakan rahimahullah
Yang terpilih
Berasal dari kata Mustafa, tho itu asalnya ta wajannya muftaalul, cuma diganti menjadi tho untuk memudahkan dalam pengucapan mereka berat untuk mengatakan Mustafa sehingga diganti dengan tho sehingga berbunyi Musthofa yang artinya adalah yang terpilih.
Karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang Rasul, Ya seorang rasul yang dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Allah subhanahu wa ta’ala memilih diantara hamba-hambaNya untuk menjadi utusan Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana firman Allah
[QS Al Hajj:75]
Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang memilih antara Malaikat-malaikat dan juga di antara manusia dari kalangan manusia rusulan para Rasul menunjukkan bahwasanya yang namanya Rasul baik dari kalangan manusia maupun dari kalangan malaikat mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wata'ala, Allah subhanahu wata'ala memilih Nabi Nuh sebagai seorang Rasul, memilih Nabi Hud, memilih
Soleh dipilih di antara hamba-hamba Allah untuk menjadi seorang utusan Allah subhanahu wa ta’ala dan di dalam hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,
Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala memilih kinanah/diantara anak² Ismail
Dan Allah memilih orang² Quraisy dari kinanah
Allah memilih bani Hasyim dari Quraisy
Dan Allah memilihku diantara Bani Hasyim.
Ini menunjukkan bahwasanya beliau adalah pilihan diantara orang² yang terpilih, diantara keturunan Nabi Ismail yang dipilih adalah kinanah kemudian diantara kinanah yang dipilih adalah Quraisy dan diantara orang-orang Quraisy maka yang dipilih oleh Allah adalah Bani Hasyim dan diantara Bani Hasyim Allah subhanahu wa ta’ala memilih Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Ini menunjukkan bahwasanya beliau adalah Musthofa , beliau adalah termasuk orang² yang Musthofa yaitu dipilih oleh Allah subhanahu wata'ala bahkan beliau adalah orang² yang terpilih diantara orang² yang dipilih oleh Allah subhanahu wata'ala, yang paling baik diantara yang baik.
Dan didalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan,
[QS Al An’am 124]
Allah subhanahu wa ta’ala Dia lebih tahu dimana Allah subhanahu wata'ala meletakkan ke Rasulannya, Allah subhanahu wata'ala lebih tahu siapa diantara makhluk² Allah diantara hamba² Allah dia lebih berhak untuk menjadi seorang utusan Allah subhanahu wa ta’ala,
Berarti disini ketika beliau mengatakan,
Kita meyakini bahwasanya beliau adalah seorang hamba Allah yang terpilih menjadi seorang rasul, menjadi seorang hamba Allah yang terpilih menjadi seorang rasul.
Ini seperti apa yang kita katakan,
Dan sesungguhnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba Allah yang dipilih oleh Allah subhanahu wata'ala, berarti disini ada makna dari syahadat kita
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]