Halaqah 60: Memahami Ayat tentang Rukyatullah sesuai dengan yang Allah Kehendaki
Halaqah yang ke-60 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang memahami ayat tentang rukyatullah sesuai dengan yang Allah kehendaki.
Beliau mengatakan rahimahullah
Dan tafsirnya penjelasannya adalah sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dan apa yang Allah ketahui.
Maksudnya adalah kita memahami ayat berdasarkan kehendak Allah, jangan kita memahami hanya dengan akal kita sendiri, sudah kita sampaikan bahwasanya didalam bahasa Arab dan Al-Qur’an ini turun dengan bahasa Arab
Maka kita memahami Al-Qur’anul Karim ini dengan bahasa yang digunakan oleh Allah, apa makna dari an النظر إلى, an nadhor ila maksudnya adalah melihat dengan mata dengan pandangan kita bukan melihat dengan hati karena melihat dengan hati itu bukan – النظر إلى – tapi – النظر فيه – jangan kita memahami dengan akal kita/hawa nafsu kita, kita memahami dengan bahasa yang digunakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an kemudian kita juga melihat tafsir Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau membaca firman Allah
siapa yang paling mengetahui tentang makna dari firman Allah daripada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, apakah kemudian kita menafsirkan dengan akal kita sendiri/hawa nafsu kita
Kita mentafsir sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
Dinukil dari Al imam Syafi’i rahimahullah bahwasanya beliau mengatakan,
Al Imam Asy Syafi’i mengatakan demikian, Aku beriman dengan Allah dan apa yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dan aku beriman dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan apa yang datang dari Rasulullah berupa hadits sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Di antara sebab kesesatan aliran yang sesat adalah sebab utamanya adalah karena mereka memahami Dengan pemahaman bukan dari yang dipahami oleh Allah dan juga RasulNya bukan dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan juga rasul RasulNya, benar berdalil dengan ayat berdalil dengan hadits tapi bukan dengan apa yang Allah inginkan dia bawa makna ayat dan juga hadits tersebut sesuai dengan keinginannya sesuai dengan hawa nafsunya dibawa kesana dan orang yang demikian keadaannya maka pasti di sana akan ada kontradiksi di sana ada pertentangan antara apa yang sedang dia bawakan dengan dalil-dalil yang lain, dan itu adalah sesuatu yang pasti karena dia beragama sesuai dengan hawa nafsu dan ini adalah keadaan ahlul tidaklah mereka berdalil dengan sebuah dalil kecuali ada di sana yang membatalkan dalil tersebut mereka mengambil dalil yang sesuai dengan hawa nafsunya dan meninggalkan dalil yang lain.
Ini yang ingin beliau tekankan di sini menafsirkan itu semuanya sesuai dengan apa yang Allah kehendaki bukan sesuai dengan kehendak kita atau sesuai dengan kehendak guru kita tapi yang Allah kehendaki.
dan apa yang Allah ketahui.
Yaitu berdasarkan kaidah bahasa Arab, berdasarkan kaidah-kaidah tafsir berdasarkan atsar pada salaf yang mereka adalah orang-orang yang telah dipuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala tafsir para shahabat, para sahabat sudah dipuji oleh Allah tentang agama mereka tentang pemahaman mereka tentang amal saleh mereka maka kita kembali kepada pemahaman para shahabat radhiyallahu ta’ala anhum.
***