Halaqah 73: Perang Uhud (Bagian 1)

Materi HSI pada halaqah ke-73 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy bab Sirah nabawiyah adalah tentang perang Uhud bagian 1. Perang ini terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah setahun lebih satu bulan setelah perang Qubra tepatnya pertengahan bulan Syawal tahun ke-3 Hijriyah, sebab perang Uhud adalah
  1. Karena Orang-orang Quraisy ingin membalas dendam atas kekalahan mereka diperang Badr, dimana tokoh² mereka yang terbunuh.
  2. Untuk menyelamatkan rute perdagangan mereka ke arah Syam yang dikuasai kaum muslimin.
  3. Untuk mengembalikan kehormatan & kemuliaan mereka yang sempat terkoyak setelah perang Badr.
Dinamakan perang Uhud dikarenakan perang ini terjadi di sekitar gunung Uhud sebuah gunung yang terletak 5.5 kilometer kearah Utara dari Masjid Nabawi tinggi nya kurang lebih 121 meter disebelah Selatannya ada gunung Ainain yang dikenal setelah perang Uhud dengan nama Jabal ar Rumah yaitu Gunung para pemanah. Antara Jabal Uhud dengan Jabal ar rumah ada lembah qonaah.

Orang-orang Quraisy sudah mempersiapkan perang ini sepulang mereka dari perang Badr, pasukan mereka mencapai kurang lebih 3000 orang, 200 pasukan berkuda , 700 orang diantaranya memakai pakaian perang lengkap, pasukan sayap kanan dipimpin oleh Kholid bin Warid & pasukan sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahl.

Pasukan ini terdiri dari orang-orang musyrikin Quraisy, orang² Kinanah & Tuhamah yg mereka masih loyal dengan orang-orang Quraisy, mereka juga membawa wanita, ada yg mengatakan jumlahnya adalah 14 wanita diantaranya adalah Hindun istri Abu Sufyan.

Sementara itu kaum muslimin sudah mengetahui akan datangnya pasukan musyrikin, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sempat bermimpi dan mimpi para Nabi adalah wahyu. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak para sahabatnya bermusyawarah apakah mereka tetap tinggal di kota Madinah karena kota Madinah adalah kota yang sangat kuat untuk berlindung ataukah mereka keluar untuk menyambut pasukan Quraisy diluar Madinah & Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih cenderung pada pendapat yang pertama, namun sebagian orang² Anshor mengatakan “kami tidak senang kalau kami terbunuh di jalan jalan kota Madinah, kami dahulu dijaman jahiliyah tidak mau berperang didalam kota Madinah maka didalam Islām kami lebih tidak mau oleh karena itu sambutlah pasukan tersebut diluar kota Madinah”

Akhirnya mereka saling menyalahkan satu dengan yang lain seraya berkata “Nabi menawarkan satu perkara, kemudian kalian menawarkan perkara yang lain pergilah kamu wahai Hamzah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan katakan kepada beliau perkara kami mengikuti perkara mu”

Datanglah Hamzah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan apa yang terjadi maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

“Sesungguhnya tidak pantas bagi seorang Nabi apabila sudah memakai baju perang kemudian melepaskannya sehingga dia selesai berperang”
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Sirah Nabawiyah]
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url