Halaqah 15 | Allah La Yafna Wala Yabid
Halaqah yang ke-15 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Allah La Yafna Wala Yabid.
Beliau mengatakan,
Allah subhanahu Wa ta’ala tidak akan binasa dan tidak akan hancur,
Allahutaala alam di sini penjelasan dari kata sebelumnya yaitu
Allah subhanahu Wa ta’ala Dia-lah yang akan senantiasa ada tanpa ada akhirnya,
Tidak akan punah dan tidak akan hancur .
Selain Allah itulah yang akan hancur
[QS Ar Rahman 26, 27]
Setiap yang ada di atas, atasnya maka dia akan punah akan hancur dan akan kekal wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan juga kemuliaan.
Kata
Maknanya hampir sama
Yafna : Punah
Yabid : hancur
maknanya hampir sama yabid ini lenyap
Allah subhanahu Wa ta’ala tidak akan pernah dan tidak akan lenyap.
Diantaranya adalah firman Allah subhanahu Wa Ta’ala ,
[QS Al Furqon 58]
Dan bertawakal lah kepada Allah subhanahu Wa ta’ala Yang Maha Hidup
Maha hidup yang tidak akan mati.
Dan Allah mengatakan,
Dia-lah Yang Maha Hidup yang tidak didahului dengan ketidak adaan dan tidak diakhiri dengan kepunahan.
Menunjukkan bahwasanya Allah subhanahu Wa ta’ala memiliki sifat Al Hayyah
Menunjukkan bahwasanya tawakal yang merupakan ibadah qolbiyyah yang agung di dalamnya ada ketergantungan kepada Allah di dalam manfaat dan juga mudhorot hanya diperuntukkan kepada Al Hayyu Yang Maha hidup Adapun selain al-hayyu selain yang Maha Hidup maka tidak boleh kita bertawakal kepadanya wali, Nabi , Malaikat , bukan Al hayyu mereka sebelumnya tidak ada dan ada waktu di mana mereka tidak ada lagi ada waktu di mana mereka akan diwafatkan oleh Allah makanya demikian tidak pantas untuk kita bertawakal kepadanya.
Kalau ada yang mengatakan kita bertawakal kepada makhluk yang dia sekarang hidup
Dia sekarang hidup kita katakan, berarti Allah mengatakan,
Hidup yang Tidak akan mati,
Sementara yang hidup sekarang ini seandainya memang dia hidup maka dia akan meninggal dunia.
Oleh karenanya seperti ini tidak berhak untuk di tawakal i bertawakal hanya kepada
Bertawakal hanya kepada Allah subhanahu Wa ta’ala yang Maha hidup yang tidak akan mati,
[QS Al Maidah 23]
dan hanya kepada Allah lah hendaklah kalian bertawakal kalau kalian benar² beriman.
Jadi tauhid asma dan juga sifat ini menggiring manusia untuk mentauhidkan Allah di dalam masalah Al Uluhiyah , karena memang Allah subhanahu Wa ta’ala Dialah yang
Maka tawakal hanya kepada Allah yang memiliki sifat yang seperti ini, adapun selain Allah maka mereka
Bagaimana seseorang bertawakal kepada Dzat yang demikian sifatnya, bertawakal hanya kepada
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]