Halaqah 36: Allah Menyesatkan Sesiapa yang Dikehendaki dan Menghinakan serta Mengujinya sesuai Keadilan-Nya
Halaqah yang ke-36 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Alah menyesatkan sesiapa yang dikehendaki dan menghinakan serta menguji sesuai keadilan-Nya.
Beliau mengatakan rahimahullah
Kalau hidayah itu adalah dengan kehendak Allah maka kesesatan itu juga dengan kehendak Allah
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menyesatkan siapa yang Allah kehendaki.
Sesatnya seseorang itu bukan terjadi dengan sendirinya tapi itu adalah dengan kehendak Allah, sekali lagi Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini, kecuali dengan kehendak Allah, hidayah maupun kesesatan semuanya dengan kehendak Allah
Dan Allah subhanahu wa ta’ala maksudnya adalah menghinakan,
maksudnya adalah menghinakan dengan cara meninggalkan dia, ketika dia butuh pertolongan ketika dia butuh bantuan, maka Allah subhanahu wa ta’ala tinggalkan, Karena sebab kemaksiatan dia, ketidaktaatannya kepada Allah ,
Allah menghinakan adalah dengan kehendak Allah
Dan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan musibah, baik musibah dunia, maupun musibah agama, ini adalah adalan semuanya adalah berdasarkan keadilan Allah, yaitu karena sebab perbuatan kita sendiri.
Kenapa musibah terjadi?
karena dosa kita.
[QS Ash Shura 30]
Dan tidaklah menimpa kalian sebuah musibah kecuali dengan sebab perbuatan tangan-tangan kalian.
Berarti dengan sebuah dosa kita musibah yang terjadi yang berkaitan dengan dunia kita maka itu adalah dengan sebab dosa yang kita lakukan.
Tidaklah turun sebuah musibah kecuali dengan dosa dan tidaklah diangkat kecuali dengan bertobat.
Ini adalah keadilan Allah, demikian pula musibah yang menimpa agama seseorang itu adalah dengan keadilan Allah, sebabnya adalah seseorang berpaling dari agama Allah diantaranya, tidak mau belajar, cuek dengan agamanya, sehingga menjadikan tertimpa dia oleh musibah yang berkaitan dengan dunianya, sesaknya seseorang yang kafir, yang fasiq, yang mubtadi’ adalah dengan keadilan Allah sebabnya adalah karena diri orang tersebut, bukan Allah subhanahu wa ta’ala mendholimi, karena mungkin disana ada sebagian orang yang mengatakan bahwasanya Allah dholim, ketika menimpakan musibah kepada kita, menimpakan bencana banjir, menimpakan bencana gempa atau ketika dia melihat orang yang menyimpang dalam masalah agama kemudian meyakini bahwasanya Allah subhanahu wa taala mendhalimi karena menjadikan mereka menyimpang kemudian menyiksa mereka di akhirat, ini adalah keyakinan yang sangat salah dan sangat keliru Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan
[QS An Nisa 40]
Allah subhanahu wa ta’ala tidak mendhalimi meskipun hanya seberat dzarrah semut yang kecil.
Yah.. Allah tidak mendhalimi meskipun hanya sebesar atau seberat dzarrah.
Dan Allah mengatakan dalam hadis Qudsi,
Wahai hamba²Ku sesungguhnya Aku telah mengharamkan kedholiman atas diriKu dan Aku menjadikan kedholiman tersebut diharamkan diantara kalian maka janganlah kalian saling mendhalimi satu dengan yang lain.
[QS Fushilat 46]
Dan tidaklah Rabb mu mendholimi hamba²Nya.
Ayat ini jelas menunjukkan bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala tidak mendzhalimi, musibah yang terjadi bukan kezaliman dari Allah, kesesatan yang terjadi bukan kezaliman dari Allah itu adalah dari sebab diri kita sendiri, keadilan Allah. jadi yang ada hanyalah karunia dan juga keadilan tidak ada yang ketiga tidak ada kedholiman yang ada hanya karunia dan juga anugerah dan yang kedua adalah keadilan, dan tidak ada yang ketiga tidak ada kezaliman disini, didalam apa yang Allah tidak ada kezaliman berdasarkan ayat-ayat Yang tadi kita sebutkan.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]