Halaqah 39: Muhammad adalah Hamba Allah yang Terpilih (Bagian 1)

Halaqah yang ke-39 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Muhammad adlah hamba Allah yang terpilih bagian 1.

Masuk kita pada pembahasan yang baru yang berkaitan dengan keimanan kita terhadap Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Setelah beliau rahimahullah berbicara tentang keyakinan Ahlussunnah wal jamaah, akidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah Tauhidullah sebagaimana ucapan beliau

نَقُولُ فِي تَوْحِيدِ اللَّهِ مُعْتَقِدِينَ بِتَوْفِيقِ اللَّهِ: أَنَّ اللَّهَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَا شَيْءَ مِثْلُهُ. وَلَا شَيْءَ يعجزه، ولا إله غيره


Yang kemudian dijabarkan oleh beliau dengan beberapa poin, maka setelahnya beliau akan berbicara tentang masalah keyakinan Ahlussunnah wal jamaah terhadap Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan tentunya ini adalah urutan yang sangat baik sekali yang disebutkan oleh penulis sebelumnya berbicara tentang masalah Tauhidullah kemudian sekarang akan berbicara tentang kerasulan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan ini adalah inti dari dua kalimat syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Yang merupakan rukun Islam yang pertama dan ini menunjukkan pemahaman dari Mualif dan baiknya tulisan beliau dan bahwasanya buku ini ditulis dengan sangat teliti dan urutannya diperhatikan dan disesuaikan dengan dalil,

Beliau mengatakan

وَإِنَّ مُحَمَّدًا


Ini adalah athof kepada kalimat yang pertama,

أَنَّ اللَّهَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ


Dan sesungguhnya Muhammad

وَإِنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى،


Juga diantara yang menunjukkan baiknya urusan ini karena sebagaimana kita tahu bahwa diantara perkara yang wajib kita pelajari bersama adalah tentang mengenal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang pertama adalah mengenal Allah, maka yang kedua adalah mengenal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ini juga termasuk tiga perkara yang kita akan ditanyakan di alam kubur. sehingga setelah beliau menyebutkan tentang ma’rifatullah mengenal nama-namaNya dengan rububiyahNya dengan uluhiyahNya dengan Nama dan juga sifatNya maka beliau menyebutkan tentang Ma’rifatuNabi shallallahu 'alaihi wasallam

وَإِنَّ مُحَمَّدًا shallallahu 'alaihi wasallam عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى،


Dan sesungguhnya Muhammad, ini adalah nama dari Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Muhammad yang artinya adalah orang yang banyak dipuji, didalam banyak ayat didalam Al Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan namanya

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

[QS Al Fath 29]

Dan Allah mengatakan

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ

[QS Al Ahzab 40]

وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ

[QS Muhammad 2]

Ini adalah beberapa ayat di dalam Al-Qur’an di mana Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan nama Muhammad dan di sana ada surat yang dinamakan dengan surat Muhammad, dan disana ada satu ayat didalam Al Qur’an disebutkan nama Ahmad, ketika Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang ucapan Nabi Isa alaihissalam yang mengabarkan tentang kedatangan Rasul setelah beliau

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ …۝.

[QS As Shof 6]

Wahai Bani Israil sesungguhnya aku adalah Rasulullah utusan Allah kepada kalian membenarkan apa yang telah diturunkan sebelum ku berupa taurat dan memberikan kabar kepada kalian dengan seorang rasul yang datang setelahku yang namanya adalah Ahmad.

Nabi shallallahu alaihi wasallam nama beliau adalah Muhammad yang artinya adalah orang yang sering dipuji

Dan nama beliau adalah Ahmad orang yang paling terpuji.

Dan diantara nama beliau adalah Al Mahiy yang menghapus diantara maknanya adalah yang, di mana Allah subhanahu wa ta’ala menghapus dengan sebab beliau kesesatan karena dengan diutusnya beliau dan beliau membawa risalah dari Allah subhanahu wa ta’ala membawa petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala maka terhapus dengan sebab beliau kesesatan kemudian kejahilan. Dan diantara nama beliau adalah Al Hasyr yang mengumpulkan karena kelak manusia akan dikumpulkan di belakang beliau ini disebutkan dalam dalil² yang sahih, beliau adalah al-hasyr , Al Mahiy, Al ‘aqib yang terakhir yang tidak ada Nabi setelah beliau shallallahu 'alaihi wasallam dan banyaknya nama ini menunjukkan tentang keagungan yang dinamai, banyaknya nama ini menunjukkan tentang keagungan yang Allah subhanahu wa ta’ala memiliki nama-nama yang husna dan Yaumul qiyamah dia adalah hari yang agung/ besar hari yang dahsyat maka di dalam Alquran Allah subhanahu wa ta’ala banyak menyebutkan nama-namaNya yang mutaghobun, Al Ghosiah , Al Qoriah, Al Qiyamah kiyamuddin dan nama² yang lain ran nama² tersebut masing-masing memiliki makna sebagaimana hari kiamat nama-nama yg diantara kita sebutkan tadi hari masing² memiliki makna , Yaumul Ba’ad adalah hari kebangkitan, kemudian Yaumul qiyamah hari bangunnya mereka.

Demikian ulama Nabi sallallahu alaihi wasallam nama-nama yang banyak dan dia memiliki makna nama-nama Allah juga demikian Dia memiliki makna bukan hanya sekedar nama.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url